'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
UMS Dampingi PCA Kartasura Tertib Administrasi dan Kader Mubalighoh
27 Mei 2022 13:47 WIB | dibaca 123

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan pendampingan kepada Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kartasura dalam penyelenggaraan ketertiban administrasi dan pengkaderan muballighoh.  Kegiatan dilaksanakan selama 10 bulan, sejak Agustus 2021 sampai Mei 2022. Pendampingan dilakukan secara daring dan luring. Kegiatan daring menggunakan platform WhatsApp dan Google Meet.  Adapun Workshop Pengkaderan Muballighoh dilaksanakan secara luring pada tanggal 29 Januari 2022 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Cabang Kartasura.

Tim Pengabdian Masyarakat UMS yang diketuai oleh Dr. Main Sufanti M.Hum ini mendampingi Majelis Kader PCA Kartasura dalam menggerakkan anggota Aisyiyah di semua ranting di cabang Kartasura untuk aktif kembali berorganisasi, setelah vakum selama pandemi Covid-19. Salah satu unsur anggota ranting Aisyiyah adalah guru-guru Taman Kanak-Kanak Busnatul Athfal. Oleh karena itu, kegiatan ini juga menggerakkan anggota IGABA (Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal) Kartasura untuk berpartisipasi aktif dalam ber-Aisyiyah.

Dra. Titik Asmawati, M.Si. sebagai Ketua PCA Kartasura menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini menandai bergairahnya kembali semua anggota Aisyiyah untuk berorganisasi. Harapannya, semua anggota Aisyiyah di semua ranting segera aktif kembali berorganisasi untuk mewujudkan program kerja yang berhenti karena pandemi.

Salah satu kegiatan ini adalah penyelenggaraan ketertiban administrasi yang difokuskan pada peningkatan jumlah Kartu Tanda Anggota (KTA) di masing-masing ranting. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih sedikitnya anggota Aisyiyah di Cabang Kartasura yang memiliki KTA. Semua komunikasi pada masa pandemi yang meliputi koordinasi, pengisian formulir, komunikasi dengan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, dan penyampaian informasi-informasi disampaikan melalui WhatsApp. Hasilnya, kegiatan ini dapat menambah 361 KTA, sehingga minimal telah ada 500 anggota yang memiliki KTA dari 10 ranting yang mengajukan.

  

Tim Pengabdian Masyarakat UMS juga mendampingi PCA Kartasura dalam Pengkaderan Muballighoh. Ketua tim ini menyatakan bahwa berdasarkan analisis kebutuhan, Aisyiyah Kartasura membutuhkan pendampingan dalam mengkader para anggotanya untuk mau dan mampu menjadi pembicara dalam pengajian rutin di setiap ranting. Masih banyak ranting Aisyiyah di Kartasura yang belum memiliki muballighoh dalam jumlah yang memadai yang berasal dari anggota di rantingnya, sehingga pembicara pada setiap pengajian berasal dari Muhammadiyah atau mubaligh di sekitarnya.

Kegiatan pengkaderan muballighoh yang meliputi sosialisasi kegiatan, pendataan muballigh/muballighoh di setiap ranting, pendataan peserta workshop, workshop, dan pendampingan tindak lanjut diikuti oleh 11 ranting di Kartasura. Hasil kegiatan ini berupa peta jumlah dan kondisi muballigh/muballighoh di setiap ranting, peningkatan motivasi para anggota untuk mau dan mampu menjadi muballighoh, dan jadwal pengajian ranting Aisyiyah  dari para peserta workshop.   

Kegiatan ini didanai oleh LPMPP (Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan) UMS dan iuran mandiri dari para anggota Aisyiyah.   Anggota tim pengabdian masyarakat terdiri: Umi Fadlilah, S.T., M,Eng,. (Dosen Program Studi Teknik Elektro, FT-UMS) dan Jeni Nur Cahyati, S.Pd. (alumnus Program Studi PBSI FKIP UMS - Guru SMKM 4 Boyolali. Tim ini diperkuat oleh mahasiswa PBSI FKIP UMS yaitu Sinta Tri Noviana, Mellyonisa  Athariq Samsulhadi, dan Aulia Sofia Nur Fadhillah.

Tim pengabdian masyarakat UMS  merasa hasil kegiatan ini belum optimal. Oleh karena, pendampingan  perlu dilanjutkan. Dalam waktu dekat, tim akan melanjutkan pendampingan dalam pengkaderan muballighoh. Salah satu acaranya adalah lomba muballighoh yang diikuti oleh utusan dari semua ranting di  Cabang Kartasura. 

Penulis: Main Sufanti 

Shared Post:
Berita Terkomentari